Langsung ke konten utama

Postingan

Genap Setahun Pengabdian

  Tepat 1 Februari 2022 lalu, saya memulai pengabdian di YIMA Islamic School setelah melewati rangkaian test dan prosedural sesuai ketetapan lembaga sebagaimana yang juga diberlakukan terhadap calon pegawai yang lain.   Bergabungnya saya di YIMA diperkarsai perintah salah satu orang yang perintah dan larangannya harus saya patuhi sehingga saya tidak berbuat banyak menanggapi hal tersebut. Padahal di waktu bersamaan saya menerima pemprosesan di salah satu tempat di Surabaya dan proses penerimaan di salah satu lembaga di Sidoarjo. Saya pun melewati rangkaian tahap demi tahap hingga sampai pada proses yang hampir mendekati final. Saya hanya berkesimpulan, di manapun insyallah jalan terbaik. Namun orang yang memerintah saya itu bersikukuh meminta saya untuk tinggal di Bondowoso setelah merantau selama hampir 12 tahun lamanya di kota orang, akhirnya YIMA yang saat ini saya berada di dalamnya menjadi pilihan. Dengan ridho seorang itu, akhirnya saya meyakinkan hati untuk memu...

Nabi Muhammad Sang Creator Peradaban

  Membangun peradaban membutuhkan waktu, proses, tenaga, dan perjuanga n. Role model peradaban dalam Islam bahkan dunia adalah Nabi Muhammad SAW. Mengapa Nabi Muhammad? Saya tentu punya perspektif sendiri meyakini Nabi Muhammad sebagai sang creator peradaban sesungguhnya, tentu berdasar penjelajahan pengetahuan saya dari cakrawala dunia yang saya yakini kebenarannya. Peradaban dibangun tidak di zona nyaman dan tidak di ruang hampa, ia diperjuangkan di wilayah penuh keresahan, kegelisahan dan kezaliman. Saya tidak mempunyai pengertian spesifik apa itu peradaban. Dari segi kata, peradaban bisa dimaknai beradab persamaan kata berakhlak. Sesuai dengan diutusnya Nabi Muhammad yang beliau sabdakan “Sesungguhnya aku diutus ke dunia ini tidak lain kecuali untuk menyempurnakan akhlak” Akhlak kepada siapa ? kepada semua makhluk sekalipun ke benda mati, tapi paling tidak kepada sesama manusia, karena peradaban yang dibangun nabi adalah bagaimana memanusiakan manusia. Orintasinya adala...

Nabi Muhammad Mewarisi Nilai, Bukan Profesi

Dalam kacamata sejarah Islam kita dapat mengurai Nabi Muhammad dalam berbagai dimensi, tidak hanya dalam satu sudut pandang sebagai seorang utusan. Sebagai utusan, Allah hendak mengubah peradaban yang sebelumnya dipenuhi kezaliman menjadi kesopanan, kecongkaan menjadi ketawadhu’an, kehinaan menjadi kemuliaan, kelacutan menjadi kehormatan, kebodohan menjadi kecerdasan, kekotoran menjadi kesucian, kemunduran menjadi kejayaan dan kegemilangan dan kekufuran menjadi berkemanusiaan. Misi agung itu Allah gantungkan pada sosok mulia bernama Baginda Muhammad Bin Abdullah. Pertanyaannya kemudian, mengapa kepada manusia bernama Muhammad? Nabi Muhammad adalah memang manusia pilihan Allah yang tidak dapat dipungkiri siapapun, sejarahnya telah ditulis oleh kajian terdahulu bahkan sebelum ia dilahirkan. Nama dan tanda-tandanya telah tercantum di Al quran sebagai kita suci yang dibawanya, kitab- suci sebelumnya seperti, Injil, Taurat, dan Zabur telah menjelaskan tanda-tanda kenabian Muhammad. Kajian d...

Keracunan Hingga Kritis; Cerita Di Balik Rumah Sakit

Jumat siang setelah tiba di rumah ummi (Sebutan untuk nama ibu di keluargaku) menyajikan jamur yang siap dihidangkan. Memasak jamur itu ummi diberi oleh saudara yang juga menjadi temanku dari kecil hingga saat ini. Ummi dan saudaraku sama-sama tidak mengerti kalau jamur yang aku dan ummi konsumsi itu adalah jenis jamur beracun, sehingga membuatku mual dan muntah tiada henti hingga dinyatakan kritis oleh dokter di rumah sakit, tempat aku menjalani opname selama dua hari. Tetangga sekitar paham kebiasaan ummi, jika mereka menemukan jamur tidak beracun atau sejenis sayuran di pinggiran sawah, atas sungai, ladang atau manapun tak jarang di antara mereka menawari ke ummi untuk ditukar dengan uang.  Siang harinya sebelum salat Jumat aku sama sekali tak tertarik makan siang walau polesan bumbu kecap di jamur itu tampak terasa lezat. Kemudian setelah salat Jumat itulah aku intip wajan dan entah kenapa ingin sekali menyicipi makanan jamur. Sebelum aku konsumsi ummi terlebih dahulu makan, te...

Suka Duka Belajar Bahasa Inggris

  Menjelang maghrib 25 November 2020 kereta dari arah Jember tiba di stasiun Kertosono Nganjuk. Saya menghubungi driver mobil kalau saya sudah berada di depan stasiun. Selang beberapa menit kemudian lelaki berusia 30 an itu melambaikan tangan, memastikan kalau orang yang saya pintai tolong untuk menjemput itu benar dia adanya. Setelah barang dan koper diangkut ke mobil saat itu juga mobil mendarat ke Pare, tempat di mana saya hendak belajar bahasa inggris. In the middle of the road saya iseng bertanya soal Pare pasca pandemic covid yang selama ini menghujami hampir seluruh dunia. Sebagai driver yang cukup lama menggantungkan hidupnya menjadi jasa pengemudi di Pare tentu merasakan betul bagaimana dampak negatif corona terhadap penghasilannya. Penghasilannya tentu saja berkurang, tidak sebagaimana sebelum kedatangan corona. Di pertengahan obrolan hangat itu ia menasehati saya soal niat belajar di tempat kursus itu. “Mas pokoknya sampean semangat, karena kalau belajar di sana ga...

2020 Tahun Perenungan Syukur dan Pengembaraan Hikmah ataukah ?

2020 adalah tahun mungkin terburuk yang dihadapi manusia seluruh dunia. Merebaknya covid 19 (Kata mereka) membuat orang gelagapan, kecewa, putus asa, bingung, cemas dan terancam, karena kita betul-betul menghadapi situasi yang tidak biasa dan mungkin berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Aktivitas tak berjalan normal, rencana menjadi tertunda, pendidikan kacau, ekonomi bangkrut dan saya fikir segala sektor menjadi tidak seimbang. Kemudian apa yang harus kita ambil hikmahnya pada situasi seperti ini? Saya sendiri belajar memaknai kalimat syukur dalam menghadapi hal ini, tapi perenungan syukur saya tidak lebih banyak daripada rasa sikap uring-uringan yang bergejolak dalam nurani saya. Tenggang waktu 9 bulan sejak covid 19 muncul di Indonesia sampai sekarang bukanlah waktu yang sebentar, tidak salah bila gejolak nurani saya berdetak begitu kencang untuk mempertanyakan validitas covid 19 itu yang sampai sekaran...

10 Hari di Semarang

Seminggu sebelum memastikan berangkat ke Semarang, saya komunikasi sama David soal waktu yang tepat. Mumpung Agustus kita sama-sama luang disepakatilah 10 Agustus 2020 kita meluncur. Inisiatif secepatnya berangkat soalnya kita tidak mengerti apa yang terjadi bulan-bulan berikutnya. Atas keyakinan inilah Agustus menjadi waktu pilihan mengungkap kangen ke tempat yang telah mengajari saya hidup, selebihnya mengurus kepentingan administratif yang begitu ribet bin ruwet. David meluncur dari Banyuwangi dengan kereta. Kurang lebih pukul 21.00 nan kereta bernama Purbowangi itu tiba di Stasiun Pasar Turi Surabaya. Sementara saya naik bus setelah maghrib dari Bondowoso, sesuai hitungan waktu pukul 23.45 bus patas tiba di Terminal Bungurasih. Malam hari bus kota sudah berhenti beroperasi, saya meminta kondektur menurunkanku di pintu masuk terminal.  Setelahnya terpaksa saya order ojek online. Turun dari bus saya melangkah gontai ke arah tempat yang biasa mengorder gojek online, karena tr...