Langsung ke konten utama

Postingan

Pulang Kampung dan Mitos Hari Selasa

Gara-gara Corona rencana kawin pulang kampung yang sebetulnya sudah saya handle jauh-jauh hari terpaksa harus dimajukan. Pemajuan kepulangan tersebut bersamaan dengan penundaan waktu wisuda, 22 April 2020. Awalnya saya tidak berniat balik rumah sebelum proses administratif dan seremonial studi selesai, tetapi wabah Corona yang kian hari menyerang banyak korban mendorong niat agar selekas mungkin balik ke tanah kelahiran. Apalagi Semarang, tempat tinggalku sementara adalah salah satu wilayah yang terstampel zona merah, tiap harinya ada korban dinyatakan positif terjangkit virus Covid 19. Semakin bertambahnya korban dinyatakan positif, keluarga di rumah pada khawatir, orang tua, saudara, kakak dan mbak semuanya mengingatkan agar jaga diri baik-baik di Semarang. Bahkan mereka meminta saya untuk segera meninggalkan kota yang telah membesarkanku kurang lebih 5 tahun lamanya itu. “Mending pulang kampung saja, kalau sudah reda baru balik lagi ke Semarang,” kata mereka.   ...

Geliat Cerita Sidang Munaqosah Online

Minggu, 22 Maret 2020 ba’da dzuhur saya menghubungi dosen penguji penelitian saya yang akan disidangkan keesokan harinya, Senin, 23 Maret 2020. Pak Eman Sulaeman SH, MH, Pak Moh Arifin M,Hum, Pak Dr Junaedi Abdillah M,Ag dan Pak Drs Sahidin M,Si sekaligus dosen pembimbing saya. Berhubung fakultas menginstruksikan ujian agar dilakukan secara online/daring sebab mewabahnya virus Corona, saya menanyakan sistem ujiannya ke dewan penguji. Pesan itu terbalas keesokan harinya setelah saya mengonfirmasi ulang penguji yang sehari sebelumnya menyatakan siap. Dalam pesan berbalas Whatsapp itu, dewan penguji pun memintanya online sebagaimana intruksi akademik. Selang pukul 07.30 sesuai jadwal ujian munaqosah dari kampus, Pak Sahidin selaku ketua Majlis menelphon saya via WA, dan beliau meminta agar ujian skripsi saya digelar secara majlis saja, majlis online. “Assalamu’alaikum Mas Hasan Ainul Yaqin, nanti ujiannya online lewat ...

Dipaksa Berpendapat

(Upah kesel spaneng dan bacot adalah makan gratis: Fotografer Fia) Tema global FGD yang digelar ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat Jakarta) sebenarnya soal “Pemetaan Isu HAM dalam Pembangunan Bali Baru: Menilik Politik Ekonomi Pembangunan Sektor Pariwisata Presiden Joko Widodo Dari Perspektif Bisnis dan Hak Asasi Manusia,” Kemudian tema besar ini difokuskan lagi dalam dua season. Season pertama tentang “Melihat Perspektif Pemangku Kepentingan atas Upaya Pengarusutamaan Hak Asasi Manusia Dalam Industri Pariwisata di Indonesia: Studi Kasus Kawasan Pariwisata Borobudur”. Season keduanya bertajuk “Memetakan Peluang Pengarusutamaan Hak Asasi Manusia Dalam Industri Pariwisata Khususnya Kawasan Pariwisata Borobudur”. Kebetulan FGD tersebut locusnya terfokus di Kawasan Borobudur. Pembicara season pertama disampaikan masing-masing sektor, sektor pemerintahan dijelaskan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, s...

Undangan 1 Orang Yang Datang 3

“Ada acara kemana hari ini Nung,”? tanya mas Fadli bulan lalu lewat WA. "Gag ada sih, cuman mau ke kampus aja bentar, mau mengembalikan buku di perpustakaan, gimana mas,?" balasku. Dalam hati heran, "Ini tumben orang, jam 6 sudah buka hp" “Barangkali pengen ikut acara diskusi wisata dan HAM di Hotel Santika,” kata ia menawarkan. Mendapati tawaran diskusi tema itu seketika semangat membara orang rebahan seperti saya menyala. “Mangkat,” jawabku semangat. Tak lama, langsung ia mengirim tor undangannya via pdf pada saya. “Bilang aja perwakilan dari Elsa gitu,” perintahnya. “Asiap,,,ini saya sendiri atau perlu bawa ummat,”tanyaku, biasanya kalau menghadiri diskusi umat lain diajak tentu bagi yang berkenan. “Ngajak dua atau tiga orang lah,” sarannya. Ya sudah saya ajak teman-teman di group kru magang. Kebetulan acara diskusi yang diselenggarakan ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat) dimulai dari pagi hingga sore ...

Fadli Rais Dengan Segala Dimensinya

Selama berproses di Justisia sebenarnya terlalu singkat bila diceritakan dalam seberkas catatan pendek ini, begitupun menggambarkan sosok Fadli Zon Amin Rais, Pimpinan Umum yang baru saja kemarin lengser dari Rais Syuriah jabatan tertinggi di Justisia.( 30 Desember 2019) Jabatan yang diperebutkan oleh banyak anggota, maksudnya berebut menolak. Saya lupa kapan berkenalan dengan anak tunggal kelahiran Kebumen ini. Dalam intraksi dengannya itu, setidaknya saya dapat membaca karakter dia dalam berbagai dimensi, tentu dengan kacamata secara subjektif saya pribadi. Dimensi yang melekat padanya itu setidaknya saya menemukan beberapa ruang. Ia sebagai pemimpin dan seneor saya di organisasi, ia sebagai teman, ia sebagai motivator dan ia sebagai Fadli Rais saja. Saya bergabung di Justisia pada 2016, masa itu saya nututi 3 kepemimpinan Mbak Wilut, Mas Jaedin dan terakhir Mas Fadli Rais. Setiap pemimpin punya pola dan gaya ma...

Ngobrol Buku

Membaca buku bila tidak diresum dan didiskusikan biasanya gampang terlupakan, ngobrol buku yang kita lakukan kemarin salah satu media alternatif bagi setiap kru yang hadir dan mau mendiskusikan buku yang telah dibacanya. Setiap orang bebas mau mendiskusikan hasil bacaanya. Entah bertemakan Islam, gerakan, sastra, ekologi dan lain – lain. Harapanya buat pengkayaan perspektif dan menambah pengetahuan. Ngorbrol buku kemarin, siapun yang berada di forum mau tidak mau harus menyampaikan buku yang sudah dibacanya. Seolah memang terkesan memaksa. Ngobrol buku sudah menjadi bagian tradisi dari dahulu kala. Pertama dimulai dari Jejek. Ia menyampaikan buku karya Tan Malaka yang berjudul Aksi Massa. Pemahaman Jejek tentang buku tersebut soal kolonialisme saat menancapkan kakinya di tanah jajahan Indonesia. Pada saat kolonialisme datang ia berusaha menguasai segala aspek. Khususnya dalam sektor ekonomi-politik. Masyarakat Indonesia yang ...

Cara Mengusir Perasaan Bosan Yang Harus Anda Lakukan Selama Berada Dalam Kereta Api

Sumber gambar: Tripzilla.id Sepanjang perjalanan naik kereta bisa dibilang cukup membosankan. Apalagi jarak yang ditempuh berjam-jam. Tentu bosanya bukan main gaes. Bagaimana tidak, secara posisi duduk saja sepanjang perjalanan harus tetap sesuai dengan tiket yang sudah dipesan. Kalau perjalanan bersama teman hidup mending gaes, kita bisa berbagi cerita, sharing, ngobrol, gurau dan lain-lain untuk menghindari rasa bosan. Tapi coba bayangkan jika perjalanan seorang diri, bagaimana perasaanmu? Tapi tenang gaes di sini ada beberapa cara yang perlu kamu persiapkan dan lakukan dalam kereta agar perasaan bosanmu dapat terobati. Bagaimana caranya ? 1. Makan. Makan salah satu cara agar di kereta hidup tidak bosan. Tapi ingat ya gaes kalau bawa makanan jangan cuma dibekali untuk kamu saja. Kasihan teman sekursimu yang tidak membawa bekal apa-apa. Ini demi kemanusiaan wkwkwk 2. Dengerin musik. Dengerin musik memang coco...