Langsung ke konten utama

Postingan

Apakah Ramadhan Terakhir Di Tanah Orang, Semarang ?

Tanpa terasa hidupku di tanah rantau sudah hampir mencapai 4 tahun, ibarat waktu sudah berada di ujung penghabisan. Walaupun 4 tahun tinggal dan besar di sana, liburan tiba saya menyempatkan waktu meski sebentar buat pulang kampung untuk melepaskan dahaga rindu pada kampung halaman dan orang-orang di dalamnya. Liburan yang bertepatan dengan Ramadhan, adalah waktu yang memang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan teman teman perantau seperti saya. Saat liburan Ramadhan tiba, biasanya saya menahan diri untuk tidak segera mudik sebelum semuanya beres. Mulai dari urusan akademik, organisasi, hingga urusan pribadi. Paling cepat H-5/H-3 hari raya saya mudik ke kampung. Tapi kali ini tampak begitu gegabah saya ingin pulang. Ya selain orang rumah menyuruh lekas pulang, di waktu itu juga bertepatan dengan reoni kelas IAI angkatan 19. Awalnya saya tidak mau hadir ke acara reoni tahun ini, karena dalam pertimbanganku saya harus menghabiskan waktu...

Terusir Di Tanah Sendiri

(Kondisi pasca dilakukan penggusuran oleh satpol pp terhadap rumah warga Tambakrejo, disana terpampang kain panjang bertuliskan: Kalian Pembunuh)) Penggusuran paksa oleh Satuan Kepolisian Pamung Praja (POL PP) di wilayah pesisir kelurahan Tambakrejo membuat masyarakat setempat harus angkat kaki dari tanahnya sendiri, ia harus meninggalkan kampung halaman yang sudah amblas diratakan dengan tanah. Meskipun beberapa warga masih ada yang menetap namun kebanyakan yang lain sudah mengungsi di rumah saudaranya masing-masing. Kampung yang menjadi tempat persemaian kini digusur dengan cara yang sangat sadis oleh pemerintah Kota Semarang. Orang tua tidak lagi dapat melihat anaknya riang gembira bermain bersama teman – temanya, berlari – lari saling bekejaran untuk menikmati kesenangan dan kebahagiaan, tidak lagi memandang anaknya belajar di Mushollah tempat mengaji yang sangat sederhana itu. Begitupun anaknya, mereka tidak lagi melihat orang...

Semarang Hebat Atau Semarang Laknat ?

(Anak-anak kecil di Tambakrejo saat menyaksikan rumah mereka yang rata dengan tanah karena digusur pada Kamis 09 Mei) Semarang hebat slogan yang selalu digembor-gemborkan oleh pemerintah kota Semarang kepada khalayak publik entah melalui papan nama yang terpampang di jalanan, ataupun dikemas seindah mungkin lewat media massa. Slogan tersebut dikonotasikan kepada Walikota Semarang sendiri, saat mulai kampanye dulu hingga menjalani pemerintahan pada saat sekarang ini. slogan Semarang Hebat seolah menunjukkan kepada publik, bahwa pemerintahan kota Semarang mampu berbuat terbaik kepada masyarakat khususnya yang tinggal di kota Semarang. Karena memang pemerintahan dibentuk tidak ada tujuan lain selain untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Inilah sebenarnya esensi dari terbentuknya suatu pemerintahan. Buat apa ada pemerintah kalau pada kenyataanya berbanding terbalik dengan apa yang menjadi seharusnya. Terciptanya suatu pemerintahan t...

Inilah Yang Tidak Disukai Cowo Terhadap Cewe

ilustrasi : Idntimes.com Kemarin lusa saya membaca story WhatsApp temanku. Dia buat stori tentang beberapa hal yang gag disukai cewe. Maklum jika cewek tidak menyukai sesuatu yang menurutnya tidak menginakkan. Lagian cewe itu siapa sih, dia juga manusia kale’ yang terkadang adakalanya suka iya dan tidak. Setelah kubaca dan cermati satu satu mulai A sampai Z akan saya beberkan, biar kalian tahu wahai kaum Adam supaya kalian ini tidak berbuat semaumu sendiri pada mereka, apakah itu benar atau enggag, hanya kaum hawa yang maha tahu dan maha benar dengan segala sabdanya. Oke setelah itu, saya mencoba melakukan penelitian sepele-sepelan terkait apa sih yang tidak disukai cowo terhadap cewe. Ini sebaliknya dari pada yang di atas. Kalau di atas yang gag disukai cewek terhadap cowo. Maksudnya biar sama-sama memahmi hak dan tanggung jawabnya antara suami-istri sesama manusia. Apalagi momet sekarang, aroma international woman ...

Nidah Kirani, Muslimah Memberontak Tuhan

Sumber : Tokopedia.com Judul : Tuhan, Izinkan Aku Jadi Pelacur Penulis buku : Muhidin M. Dahlan Penerbit : ScriPtaManent Tahun terbit : 2016 Cetakan : XVI Tebal : 269 halaman ISBN : 979-99461-1-5 Peresensi : Hasan Ainul Yaqin Kenapa kita harus diputarkan begitu ? di balik itu maksudnya apa ? apa kita hanya pion semesta yang dibuat permainan, lalu apa artinya hidup kalau hanya dipermainkan Tuhan? apakah Tuhan sudah kehilangan alat – alat permainan ? (148) Pertanyaan itu Nidah Kirani ajukan sebagai bentuk protes terhadap Tuhan yang sebelumnya prostes itu tidak berani ia lontarkan. Semua perintah Tuhan ia lakukan dan larangan Tuhan ia jauhi. Tapi setelah ia bergabung pada jamaah agama tertentu dan berjuang mati-matian demi agama yang ia anut, akhirnya membuatnya mempertanyakan mengenai agama yang ia perjuangkan itu. Pada saat bergabung pada komplotan jamaah Islam yang dikenalkan oleh temanya, ...

Mantan Aktivis Mahasiswa, Antara Mempertahankan/Menggadaikan Idealisme

indoprogres.com Kehidupan sebenarnya bagi aktivis mahasiswa tidak hanya semenjak ia menyandang status mahasiswa. Tetapi dunia keaktivisan mulai dipertarungkan ketika ia mulai bergelut di dunia luar. Hanya saja Apakah idealisme yang mereka tanam saat menjadi mahasiswa di kampus tetap dipertahankan atau jutru tergadaikan. Masalah ini yang patut kita renungi bersama. Jawabanya tentu berada pada diri kita sendiri. Dunia luar yang menggiurkan menyisakan pergulatan batin bagi mantan aktivis mahasiswa. Akal sehat, jiwa yang jernih, fikiran yang waras demi membela kebenaran dan keadilan yang diyakininya semuanya dipertaruhkan di panggung realita sebenarnya. Secara historis, gaung aktivis mahasiswa dalam melawan kediktatoran pemerintah sangat getol. Sebut saja pada masa kedikatoran orde baru. Fikirannya kritis, kritiknya tajam, dan gerakanya militan. Mereka tidak akan ambil diam kala melihat kebijakan pemerintah dianggapnya menyelewen...

Semua Punya Hak Bermpimpi Dan Mewujudkanya

sumber : majalah-sudutpandang.com Judul : The Lawyer Penulis : Kurnianto Purnama Tahun Terbit : 2018 Penerbit : RMBOOKS Tebal : 189 halaman ISBN : 978-602-5931-12-3 Resentator : Inunk Ainul Yaqin “Saling toleransi sesama bangsa yang berbeda, saling toleransi antar umat beragama, dan saling menegakkan hukum adalah jalan yang dapat menyelesaikan konflik di bumi yang telah ditaqdirkan hidup berbagai suku, bangsa, dan agama” halaman 22 Pada saat memasuki toko buku Gramedia saya bingung mau pilih mana buku yang hendak dibeli. Waktu ada bazar buku secara besar-besaran, harganya berkisar sepuluh ribuan ke atas, saat saya masuk stand yang mematok harga segitu tidak ada satu buku pun yang memikat hatiku. Akhirnya saya keliling, semua stand saya hampiri. Tetap saja belum ada ketertarikan untuk membeli di stand yang saya hampiri. kalaupun ada yang menarik harganya pun mahal seolah bukan penggelaran bazar. heheh...