Langsung ke konten utama

Postingan

METAMORFOSIS SEORANG BINTANG

Malam itu lampu gemerlap mencolok berwarna warni menghias dinding langit- langit dalam ruangan, suara tepuk tangan dari penontonpun tak kalah semangatnya sambil berteriak hu’a hua’a diiringi lagu ritme bernuansa dangdut maupun pop tak luput dari pukulan gendang dan petikan gitar yang dialunkan menyesuaikan irama lagu yang didendangkan oleh setiap penampilan dari penyanyi bintang papan atas, meski sebelumnya mereka bukanlah siapa siapa kemudian menjadi siapa – siapa. Tak hanya dalam ruangan, penonton dilayar kacapun tak melepaskan kedipan matanya memandang dengan sorotan tajam meski kadang kadang sebagian anggota tubuhnya bergerak bergoyang mengikuti irama lagu yang dinyanyikan penyanyi di anten TV Indosiar, rupanya kesumringahan dan keasyikan penonton layar kaca tak kalah hebohnya dibanding dengan mereka yang menonton secara langsung di Studio. Keasyikan menonton hingga tak mempedulikan rasa lelah dibadan dan rasa ngantukpun seakan tak berani menghampiri kalau tangan sudah m...

PERJALANAN KISAH SEBELUM DI KAMPUNG

Deretan jalan menuju stasiun dipenuhi sesak manusia yang ingin bermudik menuju tempat kerja atau pulang dari kerja, begitu juga dengan saya, nasib orang perantau tak bisa pulang sebulan sekali atau seminggu sekali ke kampung meski hanya meminta uang jajan, bahkan ketika ada momen penting dikampung, harus merelakan diri menahan tidak melangkahkan kaki. Mau tidak mau, pulangnya 2 kali dalam setahun. Yaitu menjelang liburan akhir semester. Itupun tidak langsung pulang ketika liburan mulai tiba. Sesampai di Stasiun, saya memfoto objek gambar kereta maharani yang sedang dibersihkan atapnya oleh petugas kereta untuk siap meluncur ke tempat tujuan terakhir di stasiun pasar turi Surabaya, ini kereta yang akan mengangkat tubuhku melalui gerbong 1 kursi nomor 3. Saya buat story WA dari apa yang saya ambil objek itu, kira – kira bunyinya begini “pulang malu gag pulang rindu, bingung mau beri pesan apa pada kota ini (smg), sebab terlalu banyak kenangan yang terpendam didalamnya” memang ...